Posts tagged “Palembang

Menjual Sumatera Selatan

Ampera

Ketika membaca judul di atas terkesan tidak nasionalis. Bagaimana mungkin kita rela menjual salah satu provinsi di negeri ini ketika nilai persatuan bangsa terus dikumandangkan. Tetapi jangan khawatir, judul di atas akan kita maknai secara positif. Kita akan menjual semua potensi yang dimiliki Sumatera Selatan terutama potensi pariwisatanya. Mari kita mulai membahasnya.

Sumatera Selatan yang beribukota di Palembang merupakan salah satu provinsi yang sedang mengalami pembangunan yang cukup pesat. Pembangunan yang pesat di Sumatera Selatan dimulai sejak ditunjuknya provinsi ini menjadi tuan rumah PON pada tahun 2004. Sejak saat itu Sumatera Selatan mulai dilirik di Indonesia dan mancanegara. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai aktif mempromosikan potensi pariwisata di Bumi Sriwijaya ini ditandainya dengan dilaunching nya Program Visit Musi pada tahun 2008 serta mulainya provinsi ini (terutama di Kota Palembang) ditunjuk untuk menjadi tuan rumah kegiatan bertaraf internasional seperti Piala Asia, tahun 2007, beberapa konfrensi bertaraf internasional dan terakhir ditunjuk sebagai tuan rumah bersama Jakarta pada SEA Games XXVI tahun 2011 yang lalu. Lalu apa saja potensi pariwisata yang dapat dijual dari Sumatera Selatan?

(lagi…)


Bersama Wujudkan “Palembang Menjadi Kota Internasional, Sejahtera dan Berbudaya 2013”

Judul di atas merupakan visi pembangunan dari Pemerintah Kota Palembang. Pemilihan visi pembangunan Kota Palembang yang ditetapkan oleh pasangan Walikota-Wakil Walikota terpilih pada tahun 2008. Memang visi ini telah lama dicetuskan yaitu sejak tahun 2008. Namun tidak ada salahnya untuk menkilas balik dan melihat kemajuan tentang visi pembangunan dari Kota Palembang setelah 2 tahun visi itu dikeluarkan.

Mengambil sumber dari situs Pemerintah Kota Palembang, Visi tersebut memiliki makna bahwa selama lima tahun kedepan, pembangunan di Kota Palembang memiliki cita-cita untuk mencapai terwujudnya Kota Palembang sebagai salah satu kota internasional yang senantiasa dinamis dalam merespon semua peluang dan tuntutan global, disertai dengan kepedulian tinggi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berbudaya. Terdapat tiga kunci pokok dalam visi Kota Palembang yakni:

(lagi…)


KETIKA TRANS MUSI MASIH SETENGAH HATI

Palembang akhirnya memiliki moda transportasi baru. Setelah sempat 2 kali tertunda peluncurannya (Desember 2009 dan Januari 2010), akhirnya Trans Musi resmi di launching. Mass Rapid Transport (MRT) ini direncanakan akan menggantikan bus kota yang sudah lama beredar di Palembang yang telah banyak dikeluhkan masyarakat.

Sempat terbesit niatan untuk mencoba Trans Musi waktu liburan kemarin. Namun apa mau dikata, niat itu berubah seiring lamanya menanti moda transportasi baru ini. Walau tidak sempat mencicipi calon primadona baru transportasi Kota Palembang ini, penulis tetap akan mengulas sedikit tentang Trans Musi.

Sempat blogwalking ke beberapa blog teman (riavenclaw, Huang, vira @ epal) yang sudah mencicipi Trans Musi, sebagian besar dari mereka mengapresiasi dan member kesan positif dengan kehadiran Trans Musi. Mereka merasa Trans Musi lebih baik disbanding bis kota yang selama ini biasa mereka naiki. Hanya dengan merogoh kocek RP 3.000,- (Rp 800,- lebih malah dari ongkos bis kota) kita sudah berada di dalam bis dengan AC serta tidak ada lagi music yang berdentum keras ga’ jelas.

(lagi…)


SUSAH NIAN NYARI OLEH-OLEH KHAS PALEMBANG

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi. Walau sudah 18 tahun tinggal di Palembang tapi pas ada yang nitip oleh-oleh pasti pusing. Mau bawa pempek udah biasa, lempok hanya ada pas musim durian, kain songket pasti sangat mahal. Selain itu susah mencari oleh-oleh lain yang khas Palembang seperti kaos atau gantungan kunci.

Kalau Jogja punya Dagadu, Bali terkenal dengan Joger nya, lalu Palembang punya apa? Waktu liburan terkahir kemarin, baru tahu dari adekku kalo Palembang sudah ada kaos Nyenyes. Nyenyes ini layaknya Dagadu di Jogja dan Joger di Bali. Nyenyes merupak produk kaos yang berdesain khas Palembang dengan plesetan-plesetan kata yang juga khas Palembang. Selain itu juga terdapat stiker dan gantungan kunci dengan gambar-gambar yang tidak kalah menarik.

Dari segi bahan, kaos nyenyes bias terbilang sudah cukup baik. Namun dari sisi harga masih terbilang agak mahal untuk produk yang terbilang baru. Apa ini karena mereka membuka showroom di mall? Mungkin saja, karena biaya untuk sewa tempat di mall terbilang cukup tinggi. Yup, kaos nyenyes hanya dijual di lantai basement Palembang Indah Mall, tidak di tempat lain.

Sebenarnya bisnis seperti ini bias menjadi prospek baru di Palembang. Warga Palembang terutama kaum mudanya memiliki kreatifitas yang tinggi. Jika bisnis seperti ini lebih dikembangkan maka akan lebih mempromosikan Kota Palembang ditingkat nasional bahkan internasional.

Ayo maju terus industri kreatif Palembang. Maju terus Nyenyes. Dan akhirnya maju terus Kota Palembang.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 298 pengikut lainnya.