Kompetisi Blog

Benteng Kuto Besak, Wisata Tepian Musi

Jika kita berbicara tentang Palembang, maka yang akan langsung terlintas dibenak kita adalah pempek dan Jembatan Ampera beserta Sungai Musi. Memang 3 hal itu sudah menjadi ikon utama dari Kota Palembang. Namun selain ketiga hal tersebut, Palembang juga memiliki banyak tempat-tempat menarik yang layak dikunjungi. Salah satu tempat tersebut terletak tidak jauh dari Jembatan Ampera dan masih dipinggir Sungai Musi, yaitu Benteng Kuto Besak atau BKB.

Benteng Kuto Besak (BKB) dahulunya merupakan benteng yang digunakan oleh Kesultanan Palembang Darussalam. Benteng ini dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin II pada tahun 1780 untuk melindungi Keraton Kuto Besak yang merupakan Keraton Kesultanan Palembang Darussalam dari ancaman Belanda. Pembangunan Keraton dan Benteng di tepi Sungai Musi yang kala itu merupakan lalu lintas perdagangan yang ramai merupakan pilihan yang tepat. Bentuk benteng sendiri meniru bentuk-bentuk benteng yang lazim ada di Jawa dan benteng bentukan Belanda dimana terdapat lubang-lubang pengawas serta parit sebagai pengahalang jika terjadi penyerangan musuh.
(lagi…)


Menjual Sumatera Selatan

Ampera

Ketika membaca judul di atas terkesan tidak nasionalis. Bagaimana mungkin kita rela menjual salah satu provinsi di negeri ini ketika nilai persatuan bangsa terus dikumandangkan. Tetapi jangan khawatir, judul di atas akan kita maknai secara positif. Kita akan menjual semua potensi yang dimiliki Sumatera Selatan terutama potensi pariwisatanya. Mari kita mulai membahasnya.

Sumatera Selatan yang beribukota di Palembang merupakan salah satu provinsi yang sedang mengalami pembangunan yang cukup pesat. Pembangunan yang pesat di Sumatera Selatan dimulai sejak ditunjuknya provinsi ini menjadi tuan rumah PON pada tahun 2004. Sejak saat itu Sumatera Selatan mulai dilirik di Indonesia dan mancanegara. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai aktif mempromosikan potensi pariwisata di Bumi Sriwijaya ini ditandainya dengan dilaunching nya Program Visit Musi pada tahun 2008 serta mulainya provinsi ini (terutama di Kota Palembang) ditunjuk untuk menjadi tuan rumah kegiatan bertaraf internasional seperti Piala Asia, tahun 2007, beberapa konfrensi bertaraf internasional dan terakhir ditunjuk sebagai tuan rumah bersama Jakarta pada SEA Games XXVI tahun 2011 yang lalu. Lalu apa saja potensi pariwisata yang dapat dijual dari Sumatera Selatan?

(lagi…)


BELAJAR MENATA KOTA INDONESIA DARI BELANDA

Hubungan antara Indonesia dan Belanda sudah lama terjalin. Bukan hanya antara penjajah dan negara yang dijajah. Namun lebih dari itu smua. Salah satunya adalah dalam bidang penataan kota. Ada banyak wilayah di Indonesia yang dahulunya dirancang oleh Belanda. Salah satu perencana kota dari belanda yang sangat terkenal di Indonesia adalah Herman Thomas Karsten. Bagi perencana kota (dan juga arsitek) tentu mengenal nama ini. Beberapa hasil rancanagan Karsten diantaranya adalah kawasan menteng di Jakarta, kawasan Kotabaru di Yogyakarta,  kawasan Meester Cornelis (Jatinegara) di Jakarta dan beberapa kawasan di Kota Palembang, Semarang, dan Surakarta serta kawasan2 lainnya di indonesia.

 

Setelah merdeka pun, masih banyak perencana kota yang menimba ilmu tentang perencanaan ke Negara Belanda (disamping negara2 maju lainnya). Beberapa universitas di belanda yang menjadi tempat perencana kota Indonesia menimba ilmu antara lain: Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS), Utrecht University, University of Groningen.

 

(lagi…)


PUBLIC TRANSPORT ATAU PRIVATE TRANSPORT, MANA YANG KALIAN PILIH?

Mobilitas yang tinggi di perkotaan menuntut tersedianya sarana transportasi (baca: transportasi publik) yang handal. Jika kita lihat di Negara-negara maju, masyarakat di perkotaan sudah mengandalkan transportasi publik. Masyarakat hanya menggunakan kendaraan pribadi jika akan mengadakan perjalanan jauh atau untuk liburan bersama keluarga. Namun yang terjadi di Indonesia transportasi publik belum dapat menjembatani tingginya mobilitas masyarakat perkotaan. Masyarakat perkotaan di Indonesia rata-rata lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding menggunakan transportasi publik. Penulis akan coba sedikit membahas hal ini dengan studi kasus Kota Jakarta.

(lagi…)


Bekasi Bersih Partisipasi Blogger: Kesejukan di Kota Industri

Kota industri selalu indentik dengan polusi, kebisingan, dan suhu udara yang tinggi. Hal ini wajar karena kawasan industri memang didesain seperti itu. Lalu bagaimana jika kawasan industri itu berdekatan dengan kawasan perumahan? Tentunya ini akan mengakibatkan terganggunya aktivitas dan kehidupan warga yang tinggal di kawasan pemukiman tersebut. Namun tidak demikian dengan Kawasan Industri Jababeka. Kawasan Industri Jababeka yang terletak dalam Kota Jababeka merupakan konsep yang menggabungkan antara kawasan industi dan kawasan perumahan (termasuk fasilitas-fasilitas kawasan perumahan seperti fasilitas pendidikan, rumah sakit, dan daerah perekonomian).

Kunjungan ke Kota Jababeka sendiri masih menjadi rangkaian Amprokan Blogger 2010 yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Bekasi (Be-Blog). Kota Jababeka tidak seperti kota (baca: kawasan perumahan) yang pada umumnya dibangun oleh developer. Kota Jababeka merupakan kota yang dibangun sebagai kegiatan ikutan dari kawasan industri Jababeka yang telah terlebih dahulu dibangun. Menurut informasi yang diberikan, Kota Jababeka dibangun untuk mewujudkan keinginan dari pekerja dan direksi perusahan, yang kebanyakan perusahan multinasional, yang dibangun di kawasan industri Jababeka. Kota Jababeka juga melengkapi kawasannya dengan fasilitas yang lengkap, seperti fasilitas rumah sakit, President University, kawasan niaga, fasilitas olahraga (golf, lapangan tenis, lapangan basket, dll) dan tentu saja kawasan perumahan.

(lagi…)


Ada Cinta di Bantargebang

Ada cinta di Bantargebang. Yup, Bantargebang. Jika kita mengingat kata Bantargebang pasti kita langsung teringat akan sampah. Ya Bantargebang selalu identik dengan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah bagi penduduk Kota Metropolitan Jakarta. Namun ternyata, dibalik tumpukan dan bau sampah, Bantargebang memiliki potensi cinta berwujud boneka.

Cerita ini bermula dari kegiatan Anjangsana Amprokan Blogger 2010 yang diadakan oleh komunitas Blogger Bekasi. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah sentra usaha kecil bonek yang terletak berdekatan dengan TPST Bantargebang. Di sini semua peserta Amprokan Blogger mendapatkan souvenir berupa boneka berbentuk hati dari pengrajin boneka di sana. Oleh karena itu penulis mengambil judul “Ada Cinta di Bantargebang”.

(lagi…)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 298 pengikut lainnya.