Tanjung Karang: Eksotika Dibalik Bukit Karang

Tanjung karang, satu lagi pantai yang saya kunjungi. Pulau Sulawesi memang tidak pernah kekurangan lokasi wisata pantai. Tapi mengapa hanya Pantai Losari di Makassar yang terkenal. Atau mungkin aku yang tidak tahu. Pantai Tanjung Karang terletak d Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Tanjung Karang menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat Palu, Donggala, dan Mamuju Utara. Pantai ini hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit perjalanan dari Kota Palu atau sekitar 15 menit dari Pusat Kota Donggala. Terletak di balik pegunungan di pusat kota tua Donggala, Pantai Tanjung Karang memiliki daya tarik yang bagus. Banyak masyarakat dari Kota Palu, Kabupaten Donggala bahkan dari Kabupaten Mamuju Utara yang memilik waktu tempuh satu setengah jam dari pantai ini pun berkunjung. Bahkan saat aku berkunjung pun ada beberapa wisatawan asing yang datang.

Pesona alam yang disuguhkan oleh Pantai Tanjung Karang tidak kalah dengan pantai-pantai lain di Indonesia. Pasir putih seperti kebanyakan pantai di Indonesia menjadi sajian utamanya. Pemandangan alam di sekitarnya yang merupakan perbukitan karang menambah indah suasana di pantai ini. Tidak sedikit terlihat pasangan muda mudi yang menghabiskan akhir pekannya di pantai ini. Begitupun dengan beberapa keluarga yang menyempatkan liburannya ke sini. Keindahan bawah airnya menurut beberapa teman dan pengunjung disana juga sangat indah. Disini tersedia penyewaan ban pelampung dan kacamata renang bagi yang ingin menikmati keindahan air di pantai ini. Untuk pengunjung yang tidak ingin berbasah-basahan, tersedia juga perahu sewa yang dapat digunakan untuk mengelilingi sepanjang pantai. Jika telah puas bermain-main, masyarakat setempat menyediakan tempat-tempat beristirahat sederhana dari tenda untuk melepas lelah serta terdapat warung-warung yang menjual makanan untuk mengganjal perut. Masyarakat setempat pun menyediakan kamar mandi umum untuk mereka yang akan ganti pakaian setelah bermain air. Jika ingin menghabiskan malam di pantai ini pun tersedia sebuah losmen yang cukup bagus.

 

Namun masih ada sedikit kekurangan setelah saya 2 kali berkunjung ke pantai ini. Pertama, masih sedikitnya tersedia tempat sampah, padahal pengunjung rata-rata membawa bekal makanan baik makanan ringan maupun makanan berat. Sisa-sisa makanan dan bungkus makanan ini dibiarkan berserakan di sepanjang pantai. Hal ini tentu mengotori dan mengurangi keindahan Pantai Tanjung Karang. Selain sampah sisa makanan dan bungkus makanan, masih terdapat juga sampah organik seperti batok dan dahan kelapa yang juga mengotori pantai. Saya pun tidak melihat ada petugas dari Dinas Kebersihan Kabupaten Donggala yang bertugas, pun dengan masyarakat lokal. Sampah-sampah ini dibiarkan begitu saja. Kedua, masih kurangnya fasilitas tempat parkir. Untuk waktu-waktu yang bukan libur panjang hal ini tidak menjadi permasalahan. Tetapi ketika memasuki masa libur panjang seperti libur sekolah, libur hari raya Idul Fitri atau akhir pekan terakhir menjelang Ramadhan, jumlah pengunjung ke pantai ini akan meningkat dan ini diikuti dengan jumlah kendaraan pribadi yang juga meningkat mengingat tidak adanya angkutan publik yang mengakses ke sini. Ketiga, kawasan sekitar Pantai Tanjung Karang merupakan daerah yang cukup sulit memperoleh air bersih. Oleh sebab itu terkadang kamar mandi dan toilet yang ada dibuat oleh masyarakat setempat sering tidak terdapat air yang mengakibatkan pengunjung tidak dapat membilas badan setelah bermain air di pantai.

 

Sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Kabupaten Donggala, Pemerintah Kabupaten Donggala sudah seharusnya memperhatikan dan mengelola Pantai Tanjung Karang dengan sebaik-baiknya. Untuk saat ini memang pengunjung tidak dikenakan retribusi masuk ke sini, namun Pemerintah Kabupaten Donggala dapat mengenakan karcis masuk ke Pantai Tanjung Karang, hasil dari karcis masuk ini nantinya dipergunakan untuk menata dan menyediakan beberapa fasilitas pendukung sehingga Pantai Tanjung Karang menjadi lebih baik lagi. Pemerintah Kabupaten Donggala pun harus memberdayakan masyarakat sekitar Pantai Tanjung Karang untuk mengelola salah satu pantai kebanggaan Kabupaten Donggala. Masyarakat pun dapat diberikan keterampilah untuk membuat souvenir khas untuk menjadi kenang-kenangan bagi pengunjung. Semoga kedepannya Pantai Tanjung Karang akan lebih baik lagi.

 

This slideshow requires JavaScript.

3 Tanggapan

  1. Alimah

    kawan, gambarnya diperbanyak dong, thanks ya informasinya :)

    mynewnameblog: http://mylastparagraph.wordpress.com

    Januari 18, 2012 pukul 3:42 pm

    • Alimah

      hemmm…aku gak lihat slide di bawah, ya….sudah lumayan menjawab :)

      Januari 18, 2012 pukul 3:47 pm

      • ganangprakoso

        selamat pagi mbak alimah, ganti blog nih ya. gimana kabar komunitas blogger disana? saya lebih suka meletakan foto-fotonya dibawah jadi slide :D
        *menuju blog barunya*

        Januari 19, 2012 pukul 9:36 am

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.