Sobat, Indonesia Itu Luas! #1 -Kesenjangan Pembangunan di Republik-

Indonesia itu luas. Ya memang benar. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Aku bersyukur diberi kesempatan untuk mengunjungi dan merasakan luasnya nusantara tercinta ini. Aku sekarang telah membuktikan bahwa negeri ini adalah negeri yang indah dengan panorama alam yang luar biasa. Dengan kesempatan ini pula aku benar-benar merasakan adanya kesenjangan pembangunan yang selama ini hanya bisa aku dengar lewat pembahasan-pembahasan di seminar atau di televisi.

Jika selama ini aku telah menikmati keindahan kota-kota besar, seperti Palembang, Jakarta dan Yogyakarta, yang bercirikan pembangunan gedung-gedung megah seperti mall, hotel atau pusat perkantoran. Sekarang aku pun dapat menikmati keindahan alam yang masih alami. Keindahan alam yang baru sedikit tersentuh kegiatan pariwisata. Keindahan lautan dengan pantainya (walaupun masih sedikit kotor), sungai yang jernih dengan pemandangan yang masih alami, sampai pada keindahan lautan dari atas jurang.

Dengan kesempatan penugasan di daerah yang masih berkembang, aku pun benar-benar bisa merasakan bagaimana telah terjadi disparitas dan kesenjangan pembangunan. Hal yang selama ini hanya aku dengar dari seminar-seminar, diskusi kuliah atau dari tayangan televisi. Inilah beberapa kesenjangan pembangunan antara poros barat dan poros timur Indonesia yang sempat aku catat:

1. Kita mulai dari hal yang sekarang lagi ramai, “arus mudik lebaran”

Jika aku membandingkan beberapa hal yang terjadi selama persiapan arus mudik beberapa waktu yang lalu, sangat terlihat perbedaan yang mencolok antara poros barat Indonesia (yang aku wakili dengan jalur pantura dan lintas sumatera) dengan poros timur Indonesia (yang aku wakili dengan jalur Trans Sulawesi). Kita tentu selalu mendengar dan melihat di televisi bagaimana setiap arus mudik tiba, jalur pantura dan lintas sumatera selalu menjadi sorotan utama media. Berbagai liputan dilakukan di dua jalur utama ini. Setiap tahun juga kita selalu melihat bagaimana pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian PU selalu melakukan perbaikan di dua jalur mudik utama di poros barat Indonesia ini. Sungguh hal yang wajib dipertanyakan mengapa setiap tahun selalu ada perbaikan di sana. Memang jalur itu merupakan urat nadi bagi pulau jawa dan pulau sumatera yang selalu dilalui berbagai macam kendaraan. Harusnya pemerintah sudah memperhitungkan dengan matang jenis konstruksi yang harus dilakukan sehingga setiap tahun tidak harus ada perbaikan di dua jalur ini.

Sekarang kita menuju ke bagian timur Indonesia yang pada kesempatan ini diwakili oleh Jalan Trans Sulawesi. Nasib jalur ini sungguh berbeda 1800. Jika jalur pantura dan lintas sumatera selalu dipercantik setiap arus mudik lebaran, maka jalur trans Sulawesi harus menerima nasib dengan kerusakan-kerusakan yang terjadi. Tidak terdapat perbaikan-perbaikan yang berarti, masih banyak jalanan yang rusak dan berlubang. Kalaupun ada perbaikan, itu hanya penambalan lubang atau pelebaran jalan dan itu hanya sekedarnya. Rambu-rambu lalu-lintas pun sangat minim di jalur ini padahal dibeberapa lokasi jalur ini terdapat jurang yang membahayakan. Dan yang lebih ironis lagi, jalur trans Sulawesi ini terancam putus di Kecamatan Lariang, Kabupaten Mamuju Utara. Hal ini dikarenakan Sungai Lariang yang berarus deras mengalami perbelokan lintasan aliran sungai. Perbelokan aliran sungai ini sudah mulai menggerus aspal jalan, bahkan jembatan  Lariang pun pondasinya sudah mulai melemah dikarenakan derasnya aliran sungai. Namun tidak ada perhatian dari pemerintah, baik daerah apalagi pusat. Padahal jalur trans Sulawesi merupakan jalur utama yang menghubungkan pulau Sulawesi dari utara ke selatan. Kondisi terakhir di Jalan Trans Sulawesi terutama dari Mamuju Utara ke Mamuju kondisinya bertambah parah. Kerusakan semakin banyak dan saat hujan jalanan akan semakin sulit dilalui karena berlumpur dan tergenang air.

2. Indonesia akan teraliri listrik secara keseluruhan dan bebas pemadaman bergilir

Satu lagi program pemerintah yang akan sulit tercapai jika melihat kondisi saat ini. Bagaimana mungkin seluruh wilayah Indonesia akan teraliri listrik jika fokus pembangunan pembangkit listrik masih terdapat di jawa, bali dan sumatera. Sering kita mendengar bagaimana masyarakat di wilayah jabodetabek, kota-kota di pulau jawa dan sumatera sering merasa kesal dan menuliskan status-status yang bernada kecewa di situs jejaring social (FB, Twitter, Plurk) akibat seringnya terjadi pemadaman bergilir. Tapi apakah mereka itu tahu bahwa di wilayah lain dari Indonesia selalu terjadi pemadaman rutin karena pasokan listrik yang kurang? Ya, hal ini baru aku alami sendiri saat ini. Di ibukota Kabupaten Mamuju Utara, Pasangkayu, aliran listrik dari PLN selalu mati mulai dari jam 14.00 WITA sampai jam 18.00 WITA, bahkan pagi hari mulai jam 06.00-08.00 WITA listrik pun sering mati. Ini dikarenakan pembangkit listrik yang dimiliki PLN di Pasangkayu berupa tenaga diesel dengan kapasitas yang kecil. Bahkan beberapa kantor pemerintahan, termasuk kantorku, belum teraliri listrik (baru awal bulan agustus kemarin di survey kebutuhan daya listriknya). Masyarakat di sini tidak protes dengan hal seperti ini layaknya yang dilakukan masyarakat di wilayah barat Indonesia. Jadi, apakah mereka yang berada di wilayah barat Indonesia tidak malu melakukan protes dan menunjukan sikap kecewa dengan yang mereka alami hanya karena sesekali terjadi pemadaman bergilir selama beberapa jam?

3. Pemerintah Pusat Selalu Bangga Dengan Keberhasilan di Jawa-Bali-Sumatera dan Daerah Pusat Perekonomian lainnya

Kita mungkin sering melihat tayangan di televisi atau membaca berita di koran mengenai keberhasilan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, terutama yang dilakukan di Jawa-Bali-Sumatera serta beberapa pusat perekonomian penting lainnya seperti Makassar atau Balikpapan dan Samarinda. Pemerintah seolah menggebu-gebu untuk mengekspos keberhasilan tersebut. Namun pernahkah kita melihat atau membaca berita tentang keberhasilan pembangunan di daerah tertinggal di republik ini? Mungkin saja pernah, tapi itu mungkin hanya berita kecil yang tidak terlalu menjadi sorotan nasional. Adakah yang salah dengan semua ini? Mungkin saja tidak ada yang salah, dan mungkin saja ada yang salah dengan semua ini. Keberhasilan pembangunan di poros Jawa-Bali-Sumatera serta pusat-pusat perekonomian lainnya tentu saja akan mengangkat citra pemerintahan yang sedang berjalan. Dengan keberhasilan ini, pemerintah dianggap sukses melakukan pembangunan. Namun bagaimana jika pola pikir itu sedikit kita modifikasi. Bagaimana kalau ukuran kesuksesan pembangunan adalah keberhasilan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan di daerah-daerah tertinggal dengan standar yang sama dengan pembangunan di daerah maju selama ini. Pemberian alokasi dana APBN untuk pembangunan di daerah-daerah tertinggal pun masih terlalu minim, juga begitu dengan kinerja Kementerian Daerah Tertinggal yang belum optimal. Seandainya alokasi dana pembangunan daerah tertinggal lebih besar maka makin banyak pembangunan di daerah tersebut. Mungkin dengan begini, citra pemerintah akan lebih terangkat. Itu pun kalau sebagian besar masyarakat di republik ini memiliki pola pikir yang sama dengan pola pikirku tersebut.

Mungkin hanya tiga hal tersebut yang saat ini bisa aku tulis dan aku bagikan sebagai sebuah opini pribadiku tentang kesenjangan pembangunan yang terjadi di republik ini. Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan perenungan bagi diriku (sebagai unsur pemerintahan) serta stakeholder pembangunan lainnya terutama di tingkat pusat untuk dapat memeratakan pembangunan di republik ini. Ingat, masih banyak daerah-daerah yang belum terlalu tersentuh pembangunan yang layak di republik ini. Mulailah untuk merubah pola pikir dengan memberikan anggaran yang lebih banyak untuk membangun daerah-daerah tersebut.

This slideshow requires JavaScript.

7 comments on “Sobat, Indonesia Itu Luas! #1 -Kesenjangan Pembangunan di Republik-

    • Bener sich… right or wrong is our country… Smoga generasi muda (termasuk kita) bisa memperbaiki negeri ini… sehingga negeri kita dapat sejajar dengan negara2 maju lain di dunia..

      Blog anda sudah aku link di blog ku..

  1. dear ganang..:D
    kok nada2nya tulisanmu itu lebih banyak ke kritik pemerintah yg ga bisa memeratakan pembangunan ke semua penjuru Indonesia sic…?bukannya dirimu juga bag. dari institusi pemerintah juga? nah, sepertinya kita harus mengubah paradigma berpikir kita bahwa sesungguhnya lebih enak membahasakan dgn apa yg sudah kita beri untuk negeri ini bkn sebaliknya. agak susah memang…*pemerintah ya bisa jadi (ato pasti bersalah?). mkn dirimu lebih bisa menjawabnya…ya kan? :P
    klo yosi lbh suka dgn bahasa (pemerintah harus memperbaiki ini)
    *yah just my comment because I think that you always say that the wrong man is our government, although you are the part of them. right? don’t be angry yak…

    • Dear Yochie… :D

      Wah dah lama g sharing n diskusi dengan dirimu sejak aku lulus ya…. Teman lama yang asyik di ajak diskusi…

      Disitulah dualisme yang ada didiriku sekarang.. aku memang masuk dalam lingakaran pemerintahan.. tapi aq ingin blog ini jadi tempat aku mencurahkan apa yang aq lihat sebagai masyarakat awam, bukan sebagai bagian dari pemerintah.. tapi sebisa mungkin aku akan berimbang dan memang itu akan sulit… berimbang antara aku sebagai bagian dari pemerintah dan aku sebagai masyarakat biasa yang mencoba mengkritisi yang terjadi…

      Sebenernya kl mw dikaitkan dengan pekerjaanku skrg, tulisan yang ini agak sedikit diluar tupoksi instansiku… ini lebih tepat di jawab oleh rekan-rekan kita di Kementrian PU.. Tulisan-tulisanku yang lain juga ada kok yang mengasih solusi dari permasalahan yang q lempar didalam tulisan…

      Sudah liat postingan comentku di milis kita??? Aq lagi memancing teman2 kita yang sering juga membahasa masalah2 tata kota,dll hanya lewat diskusi tapi g menuliskannya.. silahkan yosi coment juga disana.. aq malu sama beberapa temen plano dari univ lain yang sempet aq kenal lewat blog yg rajin posting tentang tata kota di blog mereka..

      “Thx for the comment… ini akan menjadi masukan buatku… ayo kita diskusi lagi lain kesempatan”

      • oke…discuss @blog sptnya asik tuch…
        yg plg ga aku suka dari pemerintah di Indonesia adalah masih belum terintegrasinya peran dari masing2 instansi…
        semuanya saling menyalahkan dan malah “ngendha-arti bahasa Indonesianya gimana yak? mangkir, ga mau tanggung jawab kali yak” kalo diminta pertanggungjawabannya.
        kalo ak sic, cerita dan hikmah itu bisa didapat dari apa ajah…
        oke let’s blogging and tell the world! he…he…

      • “yg plg ga aku suka dari pemerintah di Indonesia adalah masih belum terintegrasinya peran dari masing2 instansi…”… hmmm…. Nice statement…
        jangankan koordinasi dan integrasi antar instansi, dalam satu instansi pun terkadang masih kurang terkoordinasi dan terintegrasi… gimana tuh???

        padahal dah banyak dana yg dikeluarkan untuk studi banding, dll, dsb, dkk… tapi hasilnya masih NOL besar…

        makanya aq di blog ini mau menjadi masyarakat awam yang mengkritisi kinerja pemerintah, termasuk kinerja instansi ku kalo memang ada yg salah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s