SUSAH NIAN NYARI OLEH-OLEH KHAS PALEMBANG
Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi. Walau sudah 18 tahun tinggal di Palembang tapi pas ada yang nitip oleh-oleh pasti pusing. Mau bawa pempek udah biasa, lempok hanya ada pas musim durian, kain songket pasti sangat mahal. Selain itu susah mencari oleh-oleh lain yang khas Palembang seperti kaos atau gantungan kunci.
Kalau Jogja punya Dagadu, Bali terkenal dengan Joger nya, lalu Palembang punya apa? Waktu liburan terkahir kemarin, baru tahu dari adekku kalo Palembang sudah ada kaos Nyenyes. Nyenyes ini layaknya Dagadu di Jogja dan Joger di Bali. Nyenyes merupak produk kaos yang berdesain khas Palembang dengan plesetan-plesetan kata yang juga khas Palembang. Selain itu juga terdapat stiker dan gantungan kunci dengan gambar-gambar yang tidak kalah menarik.
Dari segi bahan, kaos nyenyes bias terbilang sudah cukup baik. Namun dari sisi harga masih terbilang agak mahal untuk produk yang terbilang baru. Apa ini karena mereka membuka showroom di mall? Mungkin saja, karena biaya untuk sewa tempat di mall terbilang cukup tinggi. Yup, kaos nyenyes hanya dijual di lantai basement Palembang Indah Mall, tidak di tempat lain.
Sebenarnya bisnis seperti ini bias menjadi prospek baru di Palembang. Warga Palembang terutama kaum mudanya memiliki kreatifitas yang tinggi. Jika bisnis seperti ini lebih dikembangkan maka akan lebih mempromosikan Kota Palembang ditingkat nasional bahkan internasional.
Ayo maju terus industri kreatif Palembang. Maju terus Nyenyes. Dan akhirnya maju terus Kota Palembang.
















Oh kalau mau cari nyari oleh-oleh khas Palembang, sebelumnya Palembang itu identik sama Pempek jadi biasanya yang dibawain untuk oleh-oleh ya berupa pempek atau kerupuk, tapi bisa juga berupa kain songket. Kalau kak Ganang cari berupa gantungan kunci atau kaos, saat ini memang pangsa pasarnya sepi. Ada teman yang juga kemarin buka usaha ini tapi nggak begitu laku lagi dan sepertinya nggak ada daya menjual Palembang dalam bentuk kaos atau souvenir lainnya.
Kaos Nyenyespun sekarang saya lihat pangsa pasarnya sepi, saya sendiri juga nggak punya.
Maret 8, 2010 pada 11:06 pm
saya punya sticker sama pin Nyenyes, itu juga boleh dikasih sama temen saya yang merupakan salah satu orang dibalik berdirinya Nyenyes
waktu itu pernah komplain ke dia juga, koq harga kaosnya mahal gitu. trs katanya emang bener itu faktor sewa tempat di dalam mall. berharap nanti Nyenyes bisa punya toko sendiri dan harga jual bisa diturunkan
Maret 9, 2010 pada 1:37 am
Oleh-oleh di Palembang pusatnya di Jl.Lingkaran/Dempo. Mau dapat lempok durian kapanpun bisa.Tidak harus selagi musim durian. Tinggal hubungi 0711-7037823.
Desember 21, 2010 pada 8:44 am
ok. makasi infony
Desember 22, 2010 pada 2:04 pm