Menanti Janji Terlaksana

Pemilihan Presiden baru saja kita lalui. Memang kita masih belum tau siapa yang akan memimpin negara kita tercinta Indonesia. Namun hanya satu yang diharapkan oleh seluruh warga negara Indonesia. Siapapun yang akan memimpin Indonesia nantinya mereka haruslah menepati janji-janji yang telah mereka obral selama masa kampanye serta membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Begitu banyak janji-janji manis yang telah diucapkan tiga pasang calon presiden dan calon wakil presiden selama masa kampanye kemarin. Ketiga pasangan itu berlomba-lomba untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa merekalah yang terbaik dan cocok untuk memimpin Indonesia 5 tahun kedepan. Berbagai macam janji mereka tebar. berbagai macam aksi mereka lakukan. Berbagai macam cara mereka lakukan untuk menarik simpati masyarakat. Bila perlu mereka memakai ‘topeng’ untuk menunjukkan bahwa mereka lebih baik dari pasangan lainnya.

Namun sekarang masa-masa itu telah lewat. Masyarakat telah menentukan pilihannya. Masyarakat sekarang dalam penantian siapakah calon yang akan memimpin mereka nantinya. Siapakah calon yang akan memimpin negara kepulauan terbesar di dunia ini. Masyarakat juga menantikan perubahan ke arah yang lebih baik bagi kehidupan mereka dan bagi bangsa ini. Masyarakat juga menantikan bahwa ‘Pemenang’ dari petarungan ini akan benar-benar melaksanakan janji yang telah mereka ucapkan selama masa kampanye. INGAT,, masyarakat sudah sangat muak dengan janji-janji palsu. Masyarakat bisa saja mengajukan ‘Gugatan’ jika ‘Pemenang’ tidak melaksanakan janjinya. Namun apakah ‘gugatan’ itu akan didengar?? Jika memang tidak didengar maka masyarakat akan ‘menggugat’ ke ‘Yang Maha Adil (baca: ALLAH SWT)’. Dan jika ini dilakukan maka bersiaplah ‘Pemenang’ akan ditagih dengan cara-Nya.

Kini saatnya masyarakat jangan gembira bahwa calon yang mereka banggakan menjadi ‘Pemenang’. Masyarakat seharusnya MALU jika calon yang mereka jagokan tersebut tidak melaksanakan janji-janjinya ketika menjadi ‘Pemenang’. Ingat negara ini bukan hanya milik ‘Pemenang’ namun milik semua. Maka sudah seharusnya kita sebagai warga negara yang baik saling ‘mengingatkan’ kepada ‘Pemenang’ untuk melaksanakan janji-janji yang telah mereka ucapkan saat kampanye. Dan kepada ‘Pemenang’ sudah seharusnya mereka melaksanakan janji-janji yang mereka ucapkan. Dan janganlah mereka mengabaikan orang-orang yang mengingatkan akan janji-janji mereka. Serta jangan sampai ‘Yang Maha Tahu (baca: ALLAH SWT)’ yang menagih janji-janji kalian wahai ‘Pemenang’.

Doa kami, “Semoga kami tidak salah memilih. Semoga dirimu tidak melupakan janji-janjimu. Dan semoga Negeri kami tercinta Indonesia menjadi lebih baik ditanganmu wahai ‘Pemenang’ ”.

Satu Tanggapan

  1. lihat satu aja, apakah besan yang sudah divonis akan ada kelanjutannya?atau media tidak meliput lagi..kita coba lihat..

    Juli 14, 2009 pada 2:49 pm

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 298 pengikut lainnya.