Manusia Tidak Belajar Kepada Alam
Indonesia adalah negara yang indah. Banyak tempat2 yang menarik dan eksotik. Namun di balik keindahan panorama di negeri ini, tnyata negeri ini juga memiliki potensi bencana yang besar. Deretan gunung berapi, lempengan dan patahan bumi membentang dari aceh sampai papua. itu belum dengan potensi tsunami atau bencana yang di akibatkan oleh manusia.
Manusia diciptakan Allah SWT sebagai khalifah dimuka bumi ini. Sebagai khalifah sudah seharusnya manusia menjaga kelestarian alam sehingga bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Namun apa yang terjadi saat ini???? Manusia serakah dalam meeksploitasi kekayaan alam. Manusia seolah tidak menyadari apa yang telah mereka perbuat. mereka tidak menyadari bahwa alam juga makhluk hidup yang butuh dijaga kehidupannya. Mereka tidak menyadari (atau yang lebih parah menyadari tapi cuek) bahwa anak-cucu kita juga perlu alam ini. Akibatnya bencana yang terjadi.
Kita tentu masih ingat peristiwa baru2 ini yang menimpa rekan2 kita di situ gintung… hampir 100 orang meninggal akibat peristiwa tersebut. atau masih lekang dalam ingatan kita akan banjir yang menimpa warga disepanjang aliran bengawan solo. atw warga jakarta yang setiap musim hujan selalu kebanjiran. ini hanya beberapa contoh kecil dari musibah2 yang ada di negeri tercinta ini. ini semua secara tidak langsung akibat keserakahan manusia. tapi yang aneh manusia malah seolah ‘menyalahkan’ alam.
coba deh kita perhatikan apa yang terjadi dengan ketiga contoh musibah di atas. jika kita lihat semuanya diakibatkan tidak adanya ruang bagi alam untuk bernapas dan berkembang. jika kita liat di sekitar situ gintung, apakah ada ruang bagi alam untuk bernapas, jawabannya TIDAK. atau sepanjang aliran bengawan solo apakah ada cukup ruang bagi alam untuk bernapas, lagi2 jawabannya TIDAK. dan bagi kota jakarta apakah ada cukup ruang bagi alam untuk berkembang, jawabannya tetap TIDAK. ya semuanya tidak lagi menyisakan ruang yang cukup bagi alam untuk bernapas dan berkembang. semuanya telah berganti dengan hutan-hutan beton yang tentu saja tidak dapat menyerap air.
Jika kita lihat puluhan tahun yang lalu saat masa2 nenek-kakek kita sebenarnya banyak pelajaran yang dapat kita ambil. atau dengan melihat kehidupan suku-suku pedalaman di negeri ini yang juga banyak memberikan kita pelajaran berharga tentang alam. para pendahulu kita dan juga suku-suku pedalaman itu tahu betul gimana caranya melestarikan keindahan alam ini. tapi yang ada manusia seolah-olah tidak peduli dengan itu semua. manusia masih saja terus rakus mengeksploitasi alam. maka yang terjadi adalah bencana.
Sudah seharusnya manusia mulai memperhatikan alam. sudah seharusnya manusia tidak lagi terlalu rakus. apakah manusia tidak sadar bahwa Tuhan telah mulai marah.apakah manusia mau Tuhan semakin marah.Apakah kita mau mempercepat terjadinya Kiamat… Tentu tidak bukan. So mulailah untuk mencintai alam.
















Pesan & Kesan