Liga Super Indonesia Yang Belum Super
Kompetisi Liga Sepakbola di Indonesia dulu lebih di kenal dengan Liga Djarum atau Liga Utama. Tapi untuk meningkatkan gengsi dan kualitas pertandingan maka diganti menjadi Indonesian Super League / Liga Super Indonesia. Berbagai peraturan baru diterapkan demi meningkatkan kualitas kompetisi. Mulai dari pembentukan badan usaha, standar stadion yang menjadi kandang pertandingan, sampai pada pelarangan penggunaan dana APBD. namun apakah semua itu berdampak pada kualitas kompetisi seperti yang diharapkan????
Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) dah lebih dari setengah musim pertandingan… Namun masih banyak permasalahan-permasalahan klasik sisa dari sistem kompetisi sebelumnya…. bagi pencinta bola tentu sudah tidak asing lagi dengan kerusuhan yang kerab terjadi di lapangan…. atau permasalahan telatnya pembayaran gaji pemain….. ya itu beberapa contoh permasalahan yang terjadi di sistem kompetisi yang baru ini….. itu belum termasuk permasalahan yang terjadi pada awal ide LSI dicetuskan….. banyak klub peserta LSI yang keberatan dengan keharusan membentuk badan usaha serta tidak menerima lagi dana APBD….. belum termasuk masalah kesulitan dana akhir2 ini yang membuat banyak klub telat membayar gaji pemain…..
Keinginan PSSI untuk menjadikan kompetisi menjadi lebih profesional dan enak ditonton nampaknya masih jauh dari kenyataan….. klub-klub peserta ISL masih banyak yang belum bisa mengelola klub secara profesional…. ini terbukti dari banyaknya klub yang kesulitan dana saat ini (dikarenakan klub biasanya meminta dana APBD yang seolah tidak terhingga sampai kesulitan untuk mencari sponsor)…. Salah satu majalah sepakbola terkemuka di Indonesia pada ulangtahun peraknya bulan maret 2009 sempat mengadakan seminar tentang pengelolaan klub secara profesional dengan menghadirkan pakar dari luar negeri…. tapi yang terjadi, sedikit sekali klub yang mengikuti kegiatan ini.. padahal kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kelangsungan klub-klub di Indonesia……
Belum lagi permasalahan jadwal kompetisi…… jadwal kompetisi masih sering banyak berubah…… dan yang terakhir terjadi adalah ISL terpaksa ditunda dikarenakan kampanye parpol peserta pemilu…. seharusnya ini tidak terjadi karena PSSI pasti sudah mengetahui bahwa tahun 2009 akan ada Pemilu…. seharusnya PSSI dalam hal ini BLI menyusun jadwal yang lebih baik (bisa dengan memadatkan pertandingan sebelum pemilu) sehingga tidak terjadi hal yang seperti ini….. Ketegasan PSSI melalui Komdis dalam menindak semua sikap indisipliner yang dilakukan pemain, klub, dan wasit harus lebih ditingkatkan agar tidak terjadi lebih banyak tindakan indisipliner.
Semoga saja PSSI bisa mencari solusi agar kompetisi Liga Super Indonesia benar2 menjadi Liga yang Super…..
















Pesan & Kesan